SMK PIKA

Belajar Efektif Mengejar Prestasi

Belajar dari buaian hingga liang lahat atau tuntutlah ilmu sampai negeri Cina, petuah untuk rajin belajar yang sering kita dengar dari orangtua dan para guru kita. Dan ternyata, proses belajar pun tidak hanya di institusi yang biasa kita sebut sekolah atau kampus, tetapi bisa dimana saja dan kapan saja. Sehingga untuk menjadi sukses, belajar secara berkesinambungan menjadi suatu keniscayaan.
Meskipun sudah banyak waktu yang kita gunakan untuk aktifitas belajar, terkadang kita tidak tahu cara yang efektif untuk melakukan aktifitas yang namanya belajar. Untuk mengerti atau memahami dibutuhkan jalan panjang berliku dan tidak mudah. Jalan pintas malah bisa menyesatkan atau merugikan. Jadi, kita perlu aktif
berpartisipasi dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi efektif bahkan terukur.Kita sering berfikir bahwa untuk memperoleh hasil yang terbaik dalam belajar adalah dengan melakukan kegiatan seperti menyimak dan memperhatikan pelajaran saat di kelas, rajin membaca, tidak menunda-nunda penyelesaian tugas, belajar di tempat yang tenang dan nyaman, aktif bertanya, ikut bimbingan belajar atau mengundang guru ke rumah.
Berdasarkan riset psikologi, ada tiga cara belajar paling efektif yang mungkin dapat diterapkan.

1. Bagilah subjek-subjekmu dan pelajari bergantian

Meski awalnya terasa tidak efektif, membagi-bagi subjek yang ada dan mempelajari sebagian dari bagian yang berbeda terbukti mampu memberikan hasil efektif. Misalnya pada 15 menit pertama belajar biologi, lalu 15 menit berikutnya fisika, setelah itu 15 menit untuk matematika.

2. Tes dirimu sendiri

Coba tanyakan pada dirimu sendiri tentang materi-materi yang telah kamu pelajari. Mengetes diri sendiri memiliki dua keuntungan. Pertama, karena prosesnya yang mengambil ingatan dari pikiran, hal ini dapat meningkatkan kemampuan mengingat. Kedua, mengetes diri sendiri dapat menguji apakah cara belajar kamu sudah efektif atau tidak. Kamu dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan kamu sebelum terlambat.
Tapi ada satu syarat, mengetes diri sendiri tidak akan berhasil kalau kamu lakukan ketika kamu baru saja selesai belajar. Itu tidak mengasah daya ingatmu tetapi membuatmu sombong.

3. Ambil kesimpulan dan integrasikan

Setelah keluar dari kelas atau membaca satu bab buku, ambil kesimpulan-kesimpulan penting, dan pikirkan bagaimana kesimpulan-kesimpulan tersebut berhubungan dengan keseluruhan topik dan pengalaman pribadi. Proses itu dikenal sebagai integrasi pengetahuan, sangat bermanfaat untuk memperkuat daya ingat dan mengimplementasikan pengetahuan pada kejadian nyata. Agar lebih mengefektifkan teknik tersebut, kamu bisa memberitahukan atau mengajarkan orang lain tentang apa yang telah kamu pelajari. Menerangkan kesimpulan-kesimpulanmu memerlukan integrasi dan kemampuan meringkas dan itu adalah cara terbaik untuk mengecek kelemahan-kelemahan dalam pengetahuan yang kamu miliki.

peraturan sekolah

Peraturan Sekolah
KEDISIPLINAN DI SEKOLAH
Disiplin sekolah, menurut F.W. Foerster, merupakan keseluruhan ukuran bagi tindakan-tindakan yang menjamin kondisi-kondisi moral yang diperlukan, sehingga proses pendidikan berjalan lancar dan tidak terganggu. Adanya kedisiplinan dapat menjadi semacam tindakan preventif dan menyingkirkan hal-hal yang membahayakan hidup kalangan pelajar.
Sementara itu, Komensky menggambarkan pentingnya kedisiplinan di sekolah dengan mengungkapkan, “Sekolah tanpa kedisiplinan adalah seperti kincir tanpa air.”
Paling tidak ada tiga tujuan yang berkaitan dengan kedisiplinan ini. Pertama, kedisiplinan mesti diterapkan tanpa menunjukkan kelemahan, tanpa menunjukkan amarah dan kebencian. Bahkan kalau perlu dengan kelembutan agar para pelanggar kedisiplinan menyadari bahwa disiplin itu diterapkan demi kebaikan dan kemajuan dirinya.
Kedua, kedisiplinan mesti diterapkan secara tegas, adil dan konsisten. Aturan disiplin diterapkan tanpa pandang bulu dan berlaku bagi masyarakat sekolah. Ketidakadilan dan inkonsistensi dalam menegakkan disiplin hanya akan membuat ketidakjelasan dan kebingungan bagi siswa serta hilangnya kewibawaan dan kepercayaan semua pihak terhadap sekolah. Ketiga, ketika kedisiplinan mulai menampakkan pertumbuhannya, sama seperti biji tanaman yang baru tumbuh, benih itu mesti dijaga dan dirawat dengan penuh kesabaran. Sebaiknya hindari menggunakan ancaman-ancaman dan kekerasan karena hal itu hanya akan menjadi panasnya terik matahari yang akan menghanguskan benih yang sedang tumbuh itu. Perlu dipakai cara-cara yang selaras dengan perkembangan dan kebutuhan siswa sehingga mereka semakin jatuh cinta pada kegiatan belajar.
Dengan cara ini, kedisiplinan yang merupakan locus educationis (momen pendidikan) akan disadari oleh semua pihak di sekolah. Dari situlah setiap individu di dalam lembaga pendidikan itu belajar hidup bersama dan belajar mengasah kepekaan moral mereka.
PELANGGARAN
Kenapa siswa dilarang memiliki rambut panjang? kenapa kenapa baju gak boleh dikeluarin?
apakah rambut itu mempengaruhi kepribadian? apakah baju itu mempengaruhi IQ seseorang?
seorang teman saya bertanya pada saya,”kenapa sih aku gak boleh ikut pelajaran penjas?apakah karena badanku gendut sehingga tak punya ukuran baju?”.
ternyata sang pengajar melarangnya ikut olah raga karena dia tidak memakai baju olahraga. apakah baju itu lebih berharga daripada niat tulus untuk belajar?? saya bingung sebenarnya apasih peraturan itu? sederet kalimat yang ada kata “diwajibkan” dan “sanksi”, yang dibuat agar siswa teratur,disiplin,patuh,sopan. tapi itu hanya sisi positifnya saja…
tentu peraturan dibuat bukan untuk dilanggar. tetapi,sebagian siswa merasa harus merubah aturan yang dianggap kurang bermutu itu. tak semua siswa berambut panjang itu bodoh atau nakal,karena rambut tak mempengaruhi akal pikiran.meskipun ia botak kalau memang nakal ya tetap nakal,meskipun rambutnya panjang tapi kalau asalnya pintar ya pintar.tahukah… mereka yang kurang PeDe akan rambutnya akan malas turun kesekolah karena malu dengan rambutnya yang tak cocok apabila dicukur pendek = mereka akan belajar bolos.bolos itu tak hanya disebabkan oleh faktor malas tetapi juga malu.itu semua akibat ATURAN.
begitupun dengan seragam yang hanya menjadi logo/formalitas belaka. siswa yang ingin sekolah diharuskan memakai seragam lengkap dengan atributnya.
mengapa orang barat dan jepang yang tak memakai seragam dan gondrong2 rambutnya bisa menguasai dunia dengan kepintarannya. banyak orang yang rapi,disiplin,pandai menjadi musuh masyarakat/koruptor.itu semua hanya topeng belaka, jangan mendidik siswa dengan topeng.
andai saja peraturannya seperti ini,”SISWA YANG INGIN SEKOLAH DIWAJIBKAN MEMILIKI NIAT INGIN BELAJAR YANG IKHLAS”.
seakan-akan niat tulus itu tak berarti apa-apa dibandingkan bp3 dan seragam sekolah.
itu sebabnya banyak siswa nakal menjadi pembangkang,karena mereka sekolah tidak didasari niat itu tadi.

DISIPLIN DAN TATA TERTIB SEKOLAH
Disiplin dan tata tertib sekolah merupakan pedoman bagi sekolah untuk menciptakan susana sekolah yang aman dan tertib sehingga akan terhindar dari kejadian-kejadian yang bersifat negatif. Hukuman yang diberikan ternyata tidaklah ampuh untuk menangkal beberapa bentuk pelanggaran, malahan akan bertambah keruh permasalahan (silakan baca juga tulisan Antara Hukuman dan Disiplin Sekolah; Kedisiplinan Siswa di Sekolah).
Beberapa kejadian yang bersifat negatif harus segera ditanggulangi dan ditangkal. Pihak sekolah tidak boleh berputus asa bila menghadapi peserta didik banyak melanggar disiplin dan tata tertib sekolah. Dr. D.J. Schwart memberikan empat pedoman untuk menanggulangi/menangkal pelanggaran disiplin dan tata tertib sekolah, antara lain sebagai berikut:
• Pelajari kemunduran untuk menempuh jalan ke arah kebersihan.
• Jangan sekali-kali menyalahkan nasib buruk.
• Gabungkan ketekunan dan eksperimen-eksperimen baru.
• Ingat, bahwa dalam setiap situasi selalu ada segi baik dan positif. Temukan segi positif itu dan buang keputusasaan.
Keempat pedoman di atas dapat kita pakai untuk menindaklanjuti jika terjadi pelanggaran terhadap disiplin dan tata tertib sekolah. Dijabarkan jenis-jenis pelanggaran yang sering dilakukan oleh peserta didik, misalnya aksi corat-coret, membawa alat main atau bacaan/gambar porno, merokok atau terlibat narkoba, dan perkelahian antarsekolah atau tawuran. Terhadap beberapa pelanggaran disiplin sekolah dan tata tertib sekolah tersebut perlu dicari jalan keluarnya. Beberapa langkah yang perlu dikembangkan dalam menangkal dan menanggulangi pelanggaran disiplin dan tata sekolah tersebut, antara lain:
Menangkal aksi corat-coret
1. Menggalakkan pelaksanaan kegiatan 7K.
2. Sesuaikan tempat duduk peserta didik dengan denah kelas.
3. Diadakan kebersihan sekolah secara kontinyu dan berkala, misalnya sebulan sekali.
4. Dilakukan kerja bakti massal setiap akhir semester atau akhir tahun pelajaran.
5. Dicantumkannya sanksi yang jelas dan mendidik bagi peserta didik yang melakukan corat-coret di dinding dan di meja kelas.
6. Diberikan tugas oleh guru agar peserta didik membuat karangan bagi mereka yang melakukan corat-coret.
7. Dilakukan pemeriksaan setiap jam pelajaran untuk menangkal aksi corat-coret.
8. Memasukkan ketentuan sanksi corat-coret di dalam disiplin dan tata tertib sekolah.
9. Dilaksanakan lomba kebersihan dan keindahan kelas pada kegiatan class meeting.
Menangkal membawa alat main dan bacaan/gambar porno
1. Dilakukan razia secara tiba-tiba kepada seluruh peserta didik tanpa diberitahu terlebih dahulu.
2. Menyita semua barang terlarang yang kedapatan di dalam tas atau tersimpan dalam laci meja peserta didik.
3. Memperhatikan kondisi dan tingkah laku peserta didik pada saat proses pembelajaran.
4. Sesekali memberikan pertanyaan kepada peserta didik sehingga tidak membuat kesempatan baginya untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
5. Sesekali guru berpindah posisi dalam mengajar agar perhatiannya menyeluruh kepada peserta didik.
6. Mencantumkan larangan membawa barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran di sekolah.
7. Guru bimbingan dan konseling dan guru pendidikan agama mengambil peran dan berinisiatif untuk menyadarkan peserta didik agar jangan melakukan hal-hal yang terlarang.
Menangkal membawa rokok atau narkoba
1. Dilakukan penggeledahan isi tas peserta didik.
2. Melakukan pengawasan secara khusus kepada peserta didik yang patut dicurigai membawa rokok atau narkoba.
3. Melakukan kerja sama dengan pihak lain di luar sekolah, misalnya warga masyarakat, pemerintah setempat, dan aparat kepolisian.
4. Memberikan laporan secepatnya kepada orang tua peserta didik bila terjadi tanda-tanda peserta didik melakukan penyimpangan dari tata tertib sekolah yang berhubungan dengan merokok atau mengonsumsi narkoba.
5. Diadakan ceramah atau penyuluhan tentang bahaya merokok atau mengonsumsi narkoba oleh pihak-pihak yang berkompeten dan relevan, misalnya dari seorang dokter, psikiater, dan kepolisian, serta para alim ulama.
6. Perlunya memberikan penekanan pada masalah keduanya dikaitkan dengan pelajaran agama (imtaq) dan budi pekerti oleh guru yang berkompeten.
7. Orang tua peserta didik diminta mengisi surat pernyataan bahwa bila ternyata anaknya terlibat dalam pelanggaran merokok dan narkoba tadi dapat dikeluarkan dari sekolah.
Menangkal perkelahian antarsekolah/tawuran antar pelajar
1. Sekolah menyediakan media penyaluran bakat, minat, dan kelebihan potensi peserta didik. Karena peserta didik mempunyai potensi atau kelebihan energi dan memerlukan penyaluran, maka kebutuhan bidang-bidang olahraga, seni, dan kreativitas umum perlu diciptakan.
2. Di sekolah perlu dibentuk tim-tim olahraga dan seni maupun kegiatan ekstrakurikuler yang lain. Beberapa bidang yang dapat digunakan untuk penyaluran bakat/minat itu misalnya pramuka, karang taruna, cinta alam, dan PMR.
3. Sekolah membuat program-program yang memberikan peluang kepada peserta didik untuk menuangkan prestasi dan kreasi. Majalah dinding, majalah sekolah, lomba sepak bola, voli, tenis meja, bola basket diatur sedemikian rupa sehingga para peserta didik merasa memperoleh penyaluran kelebihan tenaga mereka. Bidang seni teater dan musik digalakkan agar peserta didik mendapat tempat untuk bereksistensi sesuai dengan jiwa muda mereka.
4. Pihak antarsekolah yang berdekatan sebaiknya membentuk ikatan atau persatuan pengurus OSIS. Dari banyak pengurus OSIS di sekolah itu kemudian dibentuk sebuah ikatan kepengurusan pada tingkat kota/kabupaten. Tugasnya agar saling menciptakan iklim ketentraman bersama, menjalin kerukunan antarsekolah sekaligus menjadi penengah bila terjadi perkelahian antarsekolah.
5. Dilakukan suatu kegiatan program bersama. Misalnya digelar sebuah pentas teater yang diperankan oleh tiap-tiap sekolah.
6. Mengadakan kegiatan secara terpadu dalam rangka memperingati hari-hari besar, misalnya hari bebas rokok dan diadakan dialog antar pelajar yang mewakili tiap-tiap sekolah.

Sejarah Kolese PIKA

PIKA atau Pendidikan Industri Kayu Atas adalah lembaga pendidikan kayu terdiri dari pendidikan setingkat sekolah menengah kejuruan (Sekolah Menengah Teknik Industri Kayu) dan sekolah tinggi. Berlokasi di Jalan Imam Bonjol No 96, Semarang.

PIKA menyelenggarakan training di bidang perkayuan dan furniture di sepanjang tahun. Konsultasi mengenai ISO dan uji kompetensi SMK juga diberikan oleh institusi PIKA. Produk hasil industri perkayuan seperti mebel rumah tangga atau perkantoran, juga diproduksi oleh PIKA sesuai dengan permintaan atau kebutuhan pribadi, organisasi atau industri.

Sejarah

Pada tanggal 25 Maret 1953, Br. Joseph Haeken, SJ dengan dibantu karyawan 23 orang merintis Kebun Kaju. Kebun Kaju adalah bengkel penggergajian kayu, yang menangani perbaikan dan pengadaan perabot kayu untuk gereja, biara, dan sekolah-sekolah Misi.

Pada tanggal 30 Mei 1963 Br. Paul Wiederkehr, SJ dari Swis, seorang ahli di bidang industri kayu datang ke Kebun Kaju. Tugas khususnya adalah untuk mempersiapkan pendirian sekolah teknik perkayuan. Berdasarkan SK Yayasan Kanisius tgl 10 November 1968 dicobalah sekolah percobaan bernama STKK (Sekolah Teknik Kebun Kaju) dengan lama pendidikan 2 tahun.

Lalu pada tanggal 30 Juli 1971, dengan izin P.Provinsial nama STKK berubah PIKA (Pendidikan Industri Kayu Atas). PIKA dibagi dua menjadi Unit Sekolah (bengkel Latiahan Satu) and Unit Produksi (bengkel Latihan Dua). Dengan Berjalannya waktu maka PIKA menjadi SMTIK (Sekolah Menengah Teknologi Industri Kayu) dengan lama belajar 4 tahun.

Tahun 1973 Tingkat II dibuka dengan lama belajar 2 tahun. Pada tahun 1985 ditetapkan bahwa tingkat II hanya akan dibuka tiap 2 tahun karena seleksi yang ketat mendapatkan sedikit yang dapat terus melaju ke Tingkat II.

Sasaran Tingkat I adalah mendapatkan tenaga trampil untuk operator mesin sedangkan Tingkat II untuk mendapatkan manajer produksi.

Tahun 1991 dibukalah program seminar perkayuan di PIKA untuk karyawan, pengrajin dan guru SMK Indonesia.Program ini dinamakan “Pusat Pelatihan dan Pengembangan Industri Kayu” (PPPIK).

Tahun 1992 berdirilah “Lembaga Pendidikan Desain Interior” (LPDI) dengan lama pendidikan 2 tahun dengan jumlah mahasiswa 20 orang tiap angkatan. Mahasisiwanya disaring dari lulusan SMU SMK yang berbakat dibidang menggambar. Tujuannya adalah menjembatani antara Arsitek dan Tukang dalam memahami pembacaan gambar dan konstruksi kayu yang baik.

Tahun 2000 Tingkat II bernama “Lembaga Pendidikan Manajemen Industri Kayu” (LPMIK) PIKA yang dijaring dari Lulusan Tingkat I dan alumni PIKA Tingkat I dengan test khusus. Yang diterima antara 12-16 mahasiswa per-angkatan . Lama Belajar tetap 2 tahun.

Tanggal 5 Juni 2000 Br. Paul Wiederkehr SJ menyerahkan kepemimpinan PIKA kepada Y. Joko Tarkito SJ alumnus PIKA angkatan 8 sebagai direktur PIKA dan A. Warno Tribowo SJ sebagai wakil direktur.

Darisinilah kamu akan tahu sejarah smk pika yang sebenarnya.

SANTO YUSUF

December 30, 2007 by verliany

PERJALANAN HIDUP SANTO YUSUF

Yusuf hanyalah seorang tukang kayu yang sederhana di desa Nazaret. Ia adalah anak dari keturunan Daud yang murni, jujur dan baik. Ketika Santo Yusuf mengetahui, bahwa Maria telah mengandung sebelum berhubungan dengannya, Yusuf tidak mau mnecemari nama baik Maria di masyarakat. Maka diam-diam ia ingin menceraikan Maria. Di satu pihak ia tidak dapat mengerti kenapa dan bagaimana Maria dapat hamil, tertapi di lain pihak ia sangat yakin bahwa Maria tidaklah berdosa. Karena hal itu ia mencari jalan keluar yang baik. Namun niatnya pun dibatalkan karena Yusuf mendapatkan perintah dari malaikat di dalam mimpi untuk tidak ragu menerima Maria sebagai istrinya

Santo Yusuf adalah seorang yang sangat setia dan patuh pada bisikan Ilahi. Berkali-kali malaikat mendatanginya di dalam mimpi. Pada perintah yang kedua, malaikat menyuruh Santo Yusuf untuk membawa Maria dan bayinya ke Mesir untuk menghindari Raja Herodes yang ingin membunuh Yesus dengan jalan menghabisi semua anak-anak Betlehem yang berumur dibawah dua tahun. Untuk ketiga kalinya Yusuf diperintahkan malaikat untuk kembali ke Israel. Ia bertindak bijaksana dengan membawa Yesus beserta istrinya Maria ke Nazaret di Galilea dan tidak kembali ke Bethlehem. Hal ini dilakukannya untuk berjaga-jaga kalau pengganti Herodes juga menginginkan Yesus mati.

Tercermin kesetiaan Yusuf sebagai suami dan ayah asuh, saat Yesus menghilang. Ia bersama-sama Maria mencari Yesus selama tiga hari. Ketika bertemu ternyata Yesus belum meninggalkan kota dan sedang berdiskusi bersama ahli Alkitab. Setelah bertemu akhirnya Yesus mengikuti mereka ke Nazaret dan patuh kepada kedua orangtua-Nya. Maria dan Yusuf tidak mempunyai anak lain selain Yesus Putra Allah. Maria dan Yusuf hidup seperti layaknya kakak beradik, meskipun mereka menikah dengan sah.

Perihal tentang kematian Santo Yusuf tidak diketahui secara pasti, sepertinya ia telah meninggal sebelum pesta perkawinan di Kana yang merupakan awal kegiatan Yesus. Pastilah Santo Yusuf meninggal dengan bahagia disamping Bunda Maria dan Yesus Putra Allah yang berdoa, membantu, serta menghiburnya di saat terakhirnya. Kisah ini membuat Yusuf menjadi perlambang dari kematian yang membahagiakan, dimana kematian yang dialaminya merupakan kematian yang diidamkan oleh semua orang Kristen, yaitu di samping Yesus dan Bunda Maria.

SANTO YUSUF SEBAGAI SANTO PELINDUNG

Santo Yusuf dalam hidupnya banyak sekali melakukan tindakan yang dapat kita teladani. Hal ini didasarkan atas sifat yang ia miliki. Beberapa sifat-sifatnya dan perbuatan yang ia lakukan, yaitu:

Ketulusan Cinta

Ketulusan cintanya dapat dibuktikan saat ia mengetahui Maria sedang mengandung ketika bertunangan dengannya, ia tidak berbuat sesuatu yang mencemarkan nama baik dan membuat malu Maria. Karena ia sadar, hukum pada saat itu dapat membuat Maria dilempari batu hinga mati akibat hamil bukan dari orang yang menjadi tunangan atau suaminya. Ia tidak mau membuat Maria menderita (Matius 1: 19).

-   Keyakinan dan Kepercayaan Akan Allah

Ia tidak pernah membantah perintah-perintah Allah yang ditujukan kepadanya. Ketika malaikat datang dalam mimpinya, memberitahukan mengenai kehamilan Maria, sesudah bangun dari tidurnya, tanpa bertanya-tanya lagi ia segera memperistri Maria (Matius 1: 20-25). Demikian pula ketika mendapat kabar dari malaikat bahwa keluarganya dalam bahaya dan menyuruhnya lari ke Mesir, ia pun segera melaksanakannya tanpa banyak pertanyaan (Matius 2: 13-15).

-   Rasa Kasih

Yusuf sangat menyayangi anak asuhnya yaitu Yesus. Hal ini dapat diketahui ketika Yusuf langsung membawa Maria dan Yesus ke Mesir untuk menghindari kekejaman Herodes. Setelah Herodes meninggal, ia membawa Yesus beserta Ibu-Nya ke Nazaret di Galilea untuk menghindari pengganti Herodes yang kemungkinan berusaha menghabisi nyawa Yesus. Rasa kasih Yusuf terhadap Yesus ditunjukan ketika ia begitu cemasnya mencari Yesus bersama Bunda Maria, saat Yesus menghilang.

-   Setia

Santo Yusuf dengan setia menemani Maria mencari Yesus yang menghilang selama tiga hari. Selain itu ia juga sangat setia dengan perintah dari malaikat.

-   Kesederhanaan

Santo Yusuf hidup dengan sederhana dapat dilihat dari seorang yang miskin sepanjang hidupnya. Ia harus bekerja keras dalam bengkel tukang kayunya, tetapi ia tidak berkeberatan. Ia bahagia dapat bekerja bagi keluarga kecilnya. Ia amat mengasihi Yesus dan Maria.

Kisah diatas merupakankisah santo yusuf dimana santo ini digunakan oleh smk pika sebagai santo pelindung. Dimana santo yussuf merupakan santo yang memunyai pekerjaan sebagai seorang tukang kayu. Maka dengan ceita diatas kita tahu bahwa seorang tukang kayu juga bisa mengabdikan hidupnya bagi Tuhan dan sesamanya,dari sini kita dapat mengambil nilai yang sangat besar untuk hidup kelak menjadi orang beriman dan berguna untuk orang lain.

St. Fransiskus Assisi
Berkhotbah juga pada burung, ikan & serigala!
St. Fransiskus dari Asisi
St. Fransiskus adalah seorang santo yang hebat yang cocok untuk kamu jadikan teladan hidupmu. Bahkan hingga kini Ordo Fransiskan (O.F.M. = Ordo Fratrum Minorum = Ordo Friars Minor = Ordo Saudara-saudara Dina) yang didirikannya masih terus tumbuh dan berkembang.
Fransiskus dilahirkan di kota Assisi, Italia pada tahun 1181. Ayahnya bernama Pietro Bernardone, seorang pedagang kain yang kaya raya, dan ibunya bernama Donna Pica. Di masa mudanya, Fransiskus lebih suka bersenang-senang dan menghambur-hamburkan harta ayahnya daripada belajar. Ketika usianya 20 tahun, Fransiskus ikut maju berperang melawan Perugia. Ia tertangkap dan disekap selama satu tahun hingga jatuh sakit. Pada masa itulah ia mendekatkan diri kepada Tuhan. Setelah Fransiskus dibebaskan, ia mendapat suatu mimpi yang aneh. Dalam mimpinya, ia mendengar suara yang berkata, “layanilah majikan dan bukannya pelayan.”
Setelah itu Fransiskus memutuskan untuk hidup miskin. Ia pergi ke Roma dan menukarkan bajunya yang mahal dengan seorang pengemis, setelah itu seharian ia mengemis. Semua hasilnya dimasukkan Fransiskus ke dalam kotak persembahan untuk orang-orang miskin di Kubur Para Rasul. Ia pulang tanpa uang sama sekali di sakunya. Suatu hari, ketika sedang berdoa di Gereja St. Damiano, Fransiskus mendengar suara Tuhan, “Fransiskus, perbaikilah Gereja-Ku yang hampir roboh”. Jadi, Fransiskus pergi untuk melaksanakan perintah Tuhan. Ia menjual setumpuk kain ayahnya yang mahal untuk membeli bahan-bahan guna membangun gereja yang telah tua itu.
Pak Bernardone marah sekali! Fransiskus dikurungnya di dalam kamar. Fransiskus, dengan bantuan ibunya, berhasil melarikan diri dan pergi kepada Uskup Guido, yaitu Uskup kota Assisi. Pak Bernardone segera menyusulnya. Ia mengancam jika Fransiskus tidak mau pulang bersamanya, ia tidak akan mengakui Fransiskus sebagai anaknya dan dengan demikian tidak akan memberikan warisan barang sepeser pun kepada Fransiskus. Mendengar itu, Fransiskus malahan melepaskan baju yang menempel di tubuhnya dan mengembalikannya kepada ayahnya.
Kelak, setelah menjadi seorang biarawan, Fransiskus baru menyadari bahwa yang dimaksudkan Tuhan dengan membangun Gereja-Nya ialah membangun semangat ke-Kristenan.
Pada tanggal 3 Oktober 1226, dalam usianya yang ke empatpuluh lima tahun Fransiskus meninggal dengan stigmata (Luka-luka Kristus) di tubuhnya.
Tidak ada seorang pun dari pengikutnya yang menyerah dan mengundurkan diri setelah kematian Fransiskus, tetapi mereka semua melanjutkan karya cinta kasihnya dengan semangat kerendahan hati dan meneruskan kerinduannya untuk memanggil semua orang menjadi pengikut Kristus yang sejati.
Santo Fransiskus adalah santo pelindung binatang dan anak-anak. Pestanya dirayakan setiap tanggal 4 Oktober.
DOA ST. FRANSISKUS DARI ASSISI Burung kecil
TUHAN, jadikanlah aku pembawa DAMAI.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.
Banyak cerita yang mengisahkan bagaimana St. Fransiskus dari Assisi (1182-1226) dapat berkomunikasi dengan binatang-binatang dan menyatu dengan semua ciptaan. Berikut adalah beberapa cerita yang pertama kali ditulis oleh Thomas Celano pada abad ke-13 dan diceritakan kembali oleh John Bookser Feister.
ST. FRANSISKUS BERKHOTBAH KEPADA BURUNG-BURUNG
St Fransiskus dan burung-burungFransiskus dan pengikut-pengikutnya sedang dalam perjalanan ke Lembah Spoleto dekat kota Bevagna. Tiba-tiba Fransiskus melihat serombongan besar burung-burung dari berbagai jenis. Di antaranya ada merpati, gagak dan jenis-jenis yang lain. Terpesona dengan pemandangan itu, Fransiskus meninggalkan teman-temannya di pinggir jalan dan berlari mengejar rombongan burung yang dengan sabar menunggu kedatangannya. Seperti biasa Fransiskus menyapa mereka, ia pikir burung-burung itu akan segera beterbangan di udara ketika ia menyapanya. Tetapi mereka semua tetap diam di tempatnya masing-masing.
Dipenuhi rasa kagum, Fransiskus bertanya apakah mereka mau tinggal sebentar bersamanya untuk mendengarkan Sabda Tuhan. Katanya kepada mereka, “Saudara dan saudari burung, hendaklah kalian memuji Pencipta-mu dan mengasihi-Nya selalu. Ia memberimu bulu-bulu sebagai mantel, sayap untuk terbang dan memenuhi segala kebutuhanmu. Tuhan-lah yang menjadikan engkau mulia di antara segala makhluk, menjadikan udara yang halus bersih sebagai rumahmu. Tanpa menabur atau pun menuai, kalian memperoleh bimbingan dan perlindungan dari Tuhan.”
Mendengar kata-katanya, burung-burung itu mengepak-ngepakan sayap mereka, menjulurkan leher mereka sambil memandang Fransiskus. Mereka bersukacita memuji Tuhan dengan cara yang demikian indah sesuai kodrat mereka. Kemudian Fransiskus berjalan di tengah-tengah burung-burung itu, berkeliling dan kembali, menyentuh kepala dan badan burung-burung itu dengan jubahnya. Kemudian ia memberkati mereka dan membuat tanda salib bagi mereka. Kemudian burung-burung itu beterbangan di udara dan Fransiskus dengan penuh sukacita berterima kasih kepada Tuhan, lalu melanjutkan perjalanannya.
Setelah kembali kepada teman-temannya, Fransiskus menggumam dengan keras mengapa selama ini ia tidak pernah berkhotbah kepada burung-burung. Maka, sejak saat itu, Fransiskus membiasakan diri untuk meminta kepada burung-burung, segala jenis binatang serta reptil untuk memuji dan mengasihi Pencipta-nya. Dalam hidup Fransiskus seringkali terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa di mana ia berbicara kepada binatang-binatang. Di antaranya, ketika St. Fransiskus menghardik serombongan burung yang berisik sehingga mengganggu upacara gereja! Yang mengherankan, burung-burung itu kemudian tinggal tenang sampai Fransiskus menyelesaikan khotbahnya.
ST. FRANSISKUS, KELINCI DAN IKAN
Suatu hari seorang rahib membawa seekor kelinci yang terjebak perangkap kepada St. Fransiskus. Ia menasehati kelinci agar lebih berhati-hati di waktu yang akan datang, kemudian dikeluarkannya kelinci dari dalam perangkap dan diletakkannya di atas tanah supaya ia pergi. Tetapi kelinci itu kembali dan melompat ke atas pangkuan Fransiskus, berharap agar ia boleh tinggal di dekatnya. Fransiskus membawa kelinci itu ke sebuah hutan dan melepaskannya kembali. Tetapi kelinci itu kembali lagi ke tempat di mana Fransiskus duduk dan melompat ke atas pangkuannya lagi! Akhirnya Fransiskus meminta salah seorang rahibnya untuk membawa kelinci masuk ke dalam hutan dan melepaskannya. Kali ini usahanya berhasil. Hal-hal seperti ini terjadi berkali-kali dalam hidup Fransiskus – di mana ia melihatnya sebagai suatu kesempatan untuk memuji kemuliaan Tuhan. Jika seekor makhluk yang begitu sederhana dapat begitu dilimpahi oleh keajaiban Tuhan, alangkah terlebih lagi manusia!
Ikan-ikan juga patuh pada Fransiskus. Setiap kali seekor ikan tertangkap dan Fransiskus berada di sekitar tempat itu, ia akan melepaskan ikan itu kembali ke air sambil memperingatkannya agar berhati-hati supaya tidak tertangkap lagi. Sering terjadi, ikan akan tinggal di sekitar perahu Fransiskus untuk mendengarkannya berkhotbah sampai Fransiskus mengijinkannya untuk pergi. Barulah mereka berenang pergi. Di setiap karya ciptaan, demikianlah St. Fransiskus menyebut semua makhluk hidup, ia akan memuji sang seniman, yaitu Sang Pencipta yang terkasih.
ST. FRANSISKUS DAN SERIGALA
St. Fransiskus dan serigalaBarangkali  kisah St. Fransiskus yang paling terkenal adalah kisahnya menjinakkan serigala yang meneror rakyat kota Gubbio. Ketika Fransiskus tinggal di kota itu ia mendapati ada seekor serigala yang sangat ganas. Ia tidak saja memburu dan memangsa binatang, tetapi juga manusia. Rakyat kota itu mengangkat senjata untuk membinasakannya, tetapi mereka yang pergi menghadapi serigala itu lenyap oleh taring-taringnya yang tajam. Maka penduduk menjadi sangat takut dan tidak berani keluar dari tembok kota.
Frasnsiskus merasa iba kepada penduduk kota dan memutuskan untuk pergi menemui serigala. Penduduk mencegahnya dengan sangat, tetapi Fransiskus bersikeras bahwa Tuhan akan menjaganya. Seorang rahib yang pemberani dan beberapa petani menemani Fransiskus sampai ke gerbang luar kota. Tetapi segera saja petani-petani itu merasa gentar dan tidak berani melanjutkan perjalanan.
Fransiskus dan rahibnya mulai berjalan. Tiba-tiba serigala, dengan rahangnya ternganga, muncul dari hutan dan datang menyerang kedua biarawan itu. Fransiskus membuat Tanda Salib ke arah serigala. Dengan kuasa Tuhan, serigala itu segera memperlambat larinya dan mengatupkan rahangnya. Kemudian Fransiskus berteriak: “Datanglah kepadaku, Saudara Serigala. Dalam nama Yesus, aku memerintahkan kamu untuk tidak lagi menyakiti siapa pun.” Maka pada saat itu juga serigala menundukkan kepalanya dan datang berbaring di bawah kaki St. Fransiskus. Serigala itu menjadi jinak seperti seekor anak domba.
St. Fransiskus menjelaskan kepada serigala bahwa serigala telah menakutkan penduduk kota, karena ia tidak saja memangsa binatang, tetapi juga manusia yang diciptakan seturut gambaran Allah. “Saudara Serigala,” kata Fransiskus, “aku ingin mengadakan perdamaian antara kamu dan penduduk Gubbio. Mereka tidak akan menyakiti kamu dan kamu juga tidak boleh lagi menyakiti mereka. Semua kejahatan di masa lampau harap dimaafkan.”
Serigala menyatakan persetujuannya dengan menggoyang-goyangkan badannya dan menggangguk-anggukkan kepalanya. Dan puncak dari peristiwa yang menakjubkan itu, Fransiskus meminta serigala untuk membuat janji. Sementara Fransiskus mengulurkan tangannya untuk menerima janji, serigala mengulurkan kaki depannya dan meletakkannya di atas tangan orang kudus itu. Kemudian, Fransiskus memerintahkan serigala untuk mengikutinya masuk ke dalam kota untuk mengadakan perjanjian damai dengan penduduk kota. Maka tanpa melawan sedikit pun serigala mengikuti St. Fransiskus.
Ketika mereka tiba di alun-alun kota, semua orang datang untuk menyaksikan peristiwa yang ajaib itu. Dengan serigala di sisinya, Fransiskus berkhotbah kepada penduduk kota mengenai cinta kasih Tuhan yang luar biasa serta ajaib, yang memanggil mereka semua untuk bertobat dari semua dosa-dosa mereka. Kemudian atas nama serigala, Fransiskus menawarkan perdamaian kepada penduduk kota. Penduduk berjanji dengan suara lantang bahwa mereka akan menyediakan makanan bagi serigala. Kemudian Fransiskus bertanya kepada serigala apakah ia mau hidup berdamai dengan syarat-syarat tersebut. Serigala menundukkan kepalanya dalam-dalam dan merenggangkan badannya untuk meyakinkan semua orang bahwa ia menerima janji itu. Kemudian sekali lagi serigala meletakkan tangannya di atas tangan Fransiskus sebagai tanda ikatan perjanjian.
Sejak saat itu penduduk kota menepati janji yang mereka buat. Serigala tinggal selama dua tahun lamanya di antara penduduk kota, pergi dari satu rumah ke rumah lain untuk meminta makanan. Serigala tidak menyakiti siapa pun dan tak seorang pun menyakitinya. Bahkan anjing-anjing pun tidak menyalak kepadanya. Ketika akhirnya serigala mati karena telah tua umurnya, sangat sedihlah penduduk kota Gubbio. Cara hidup serigala yang penuh damai menjadi peringatan bagi mereka akan pengaruh, kesabaran, keteladanan dan kekudusan St. Fransiskus yang menjadi simbol nyata kekuasaan dan pemeliharaan Tuhan Allah yang hidup.

SMK PIKA SEMARANG

SMK PIKA SEMARANG

Smk PIKA merupakan sekolah pendidikan industri kayu yang berstandart SBI (sekolah berstandart internasional). Di smk PIKA untuk lulus sekolah harus mnempuh pendidikan selama 4 tahun. Dalam 3 tahun belajar teori dan praktik, selanjutnya kellas 4 kerja praktik industri diluar selama setahun. Di smk PIKA, semua siswa dibentuk menjadi seorang ahli kayu yang nantinya jika luls dapat mencari kerja dipabrik industri. Tetapi jika memiliki dana siswa dapat membuka usaha sendiri dalam bidang perkayuan. Lain halnya juga dalam beberapa pengalaman jika luls dan bekerja diluar, biasanya siswa itu akan menjaba sebagai seorang supervisor. Maka dalam zaman moderen ini dengan banyak macam tuntutan berbagai skil atau kemampuan. Dipika dalam mengatasi hal tersebut,pika sudah mengantisipasinya dengan mulai merapkan kedisiplinan dan otak cedas dalam setiap siswa agar saat menghadapi dunia kerja tidak kaget dan takut. Skill itu sudah dibentuk sejak masih kelas 1 sampai kelas 3dengan berbagai macam teori dan praktik membuat prabot hingga prabot itu siap dipasarkan kepada konsumen.

Selama belajar dipika 4tahun dan lulus,siswa-siswa juga dapat melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi diuniversitas lain atau bias juga lanjut keperkuliahan pika, karena pika juga ada tempat prkuliahan yaitu DI(Desain Interior) dan TIK(Teknik Industri Kayu) selama 3 tahundan mendapat gelar D3. Maka mulailah dari sekarang tuntutlah ilmu yang sesuai dengan kemauanmu agar nantinya dapat digunakan dalam mencari kerja atau sebagai mencari nafkah untuk hidup sendiri dan orang lain.

ClimateGate – global warming hoax

more about “ClimateGate – global warming hoax“, posted with vodpod

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.